Laman

 

Subak Jatiluwih




Desa Jatiluwih memilik luas 22,33 Km2, terletak di kecamatan Penebel, Kabupaten tabanan yang berjarak 47 Km dari kota Denpasar, 26 Km di bagian Kota Tabanan dan 13 Km dari pusat pemerintahan kecamatan. Desa Jatiluwih memiliki batas wilayah diantaranya sebelah utara berbatasan dengan hutan Negara, sebelah selatan berbatasan dengan desa Babahan, Mangesta, sebelah barat berbatasan dengan desa Wongaya Gede serta sebelah timur berbatasan dengan desa Sengahan.
Foto 1 Pemandangan Subak Jatiluwih
 Desa Jatiluwih memiliki topografi dataran tinggi yang berhawa sejuk karena terletak pada ketinggian 500-1500 m diatas permukaan laut. Jatiluwih menyimpan potensi budaya terutama peristiwa sejarah pembangunan sebuah pura yang ada kaitannya dengan nama kekuasaan Raja Ida Dalem Waturenggong di keraton Gelgel (1460-1551).

Foto 2 Pemandangan Terasering

 Desa Jatiluwih memiliki pemandangan alam yang indah. Sebagian besar daerahnya merupakan daerah persawahan yang bertingkat sawah terasering khas bali. Persawahan ini memiliki luas mencapai 303 hektar yang menggunakan sistem pengairan subak yaitu sistem pengairan atau irigasi tradisional bali yang berbasis masyarakat. Subak sendiri memiliki pura yang dibangun untu Dewi Kemakmuran dan Dewi Kesuburan. Kueunikan sawah berterasering inilah yang membuat Jatiluwih masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia.
 
Foto 3 Saluran Irigasi
Organisasi subak dengan jelas menunjukkan bagaimana hubungan selaras manusia sebagai perwujudan dari Tri Hita Karana yang dapat dilaksanakan sebak-baiknya. Selain itu sdalam subak juga tersirat bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan alam yang ada disekelilingnya maupun dengan Tuhan yang memberi kehidupan. Lanskap budaya sawah berterasering Jatiluwih dengan organisasi subaknya menjad perwujudan yang nyata dari konsep Tri Hita Karana.

Foto 4 Proses Membajak


0 komentar:

Posting Komentar

 
Subak Jatiluwih © 2017